Minggu, 12 Juni 2016

1.        Anak-anak 
Anak adalah periode perkembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia 5 tahun. Periode ini biasa disebut dengan prasekolah dan anak itu sendiri adalah  anugerah yang dititipkan oleh Tuhan kepada orangtua untuk mendidik.
       Masa anak dimulai pada bayi.      Pada saat bayi dilahirkan ia belum bisa melakukan hal-hal yang cenderung dilakukan anak-anak 1 tahun lebih, karena bayi dalam kondisi tak berdaya, yang bisa ia lakukan adalah menangis,dengan menangis ia dapat menyesuaikan diri. Semakin hari berjalan, bayi akan belajar menelan dan mencerna sehingga bayi akan cepat bertumbuh. Panjang rata-rata bayi sejak dilahirkan adalah 50cm dengan berat 3,4kg, bayi akan menyesuaikan diri dengan kegiatan makan melalui cara menghisap, dan menelan. Ketika anak berusia 1-2 tahun anak akan belajar untuk berjalan dan berbicara. Pada saat anak berusia 3 tahun akan menyesuaikan diri dengan dengan lingkungan atau temaan mainnya, dengan hal tersebut anak akan mendapat pengetahuan baik itu berupa simbol maupun huruf. Mereka akan belajar perlahan-lahan untuk bisa menghitung. Pada anak usia 4 tahun akan mengikuti sekolah atau paud dengan sendirinya anak akan lebih cepat menangkat atau merekam apa yang diajarkan pendidik baik dalam menghitung secara berurutan maupun mengenal huruf secara perlahan-lahan. Pada usia 5 tahun anak akan mengikuti sekolah yang disebut TK anak akan diarjarkan menggabungkan huruf.
 Sedangkan Pada anak usia 6-12 tahun adalah masa usia sekolah tingkat SD. Mereka akan lebih menyesuaikan diri, lebih cepat menangkap apa yang diajarkan mereka bisa mengulangi kembali, atau menjelaskan kembali apa yang telah dijelaskan, bisa berdiskusi bersama tema sebaya dan menyelesaikan soal yang diberikan kepada mereka..
Masa anak-anak adalah masa yang menyenangkan karena anak tidak mempunyai beban atau tidak berpikir tentang suatu masalah, anak selalu kelihatan senang.

2.        Remaja
       Remaja adalah tumbuh kearah kematangan baik itu secara fisik, kematangan sosial dan psikologis. Pada masa remaja akan terjadi pubertas. Pubertas merupakan hail aktivitas hormonal dibawah pengaruh sistem saraf pusat. Pada masa tersebut akan terjadi perubahan-perubahan secara bilogis dimana perempuan akan mengalami menstruasi dan laki-laku akan mengalami mimpi basah dan  perubahan fisik lainnyaa yang jelas tampak pada pertumbuhan peningkatan fisik dan pada penampakan perkembangan seks.
       Pada masa remaja akan mulai melihat dirinya sebagai individu yang lain. Mereka akan belajar banyak hal daari lingkungan sekitar, baik itu moral maupun agama untuk hidup menjadi lebih baik karena masa remaja adalaah masa untuk bersosialisasi yang kuat terhadap teman sebaya. Pada masa ini jiwa kedewasaan akan mulai terlihat dalam tingkahlaku mereka baik itu dalam berpikir, berbicara maupun berperilaku.

3.        Dewasa 
     Dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukan dalam masyarakaat bersama dengan orang dewasa lainnya. Umur dewasa pada perempuan yaitu ia mencapai usia 21 tahun, sedangkan pada laki-laki 25 tahun. Masa dewasa ini merupakan periode penyesuian diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan sosial baru.
Berikut ini ada beberapa mnat pada masa dewasa
1)             Perubahan dalam kondisi kesehatan
2)             Perubahan dalam status ekonomi
3)      Perubahan dalam pola kehidupan
4)      Perubahan dalam nilai
5)      Perubahan peran seks
6)      Perubahan dari status belum menikah ke status menikah
7)      Menjadi orangtua
8)      Perubahan kesenangan
9)      Perubahan dalam tekanan budaya daan lingkungan.
Berbicara tentang kedewasaan yang terlintas dalam pikiran saya yaitu belajar untuk menjadi pribadi yang bertanggungj jawab yaitu kerja keras atau individu yang mempunyai komitmen. Pada masa ini orang akan belajar menjadi pribadi yang baik atau lebih berwawasan karena akan membentuk suatu keluarga yang baru, dimana individu akan belajar untuk bertanggung jawab sebagai Warga Negara, dan belajar bersama dengan orang lain sebagai pasangan hidup dan memiliki keluarga.
Pada masa kedewasaan orangtua akan berusaha keras membuat keluarga atau rumah tangga mereka menjadi harmonis dalam membimbing dan mendidik anak dan remaja untuk menjadi dewasa yang bertanggung jawab dan menyenangkan


Essay Sukses Terbesar dalam Hidupku

Berbicara mengenai sukses terbesar dalam hidup, hal yang pertama terlintas dalam pikiran saya adalah membanggakan ke-dua orang tua saya, dengan hal yang positif  yang saya kembangkan dalam kehidupan dan membuat mereka tersenyum sambil berkata “Kami bangga memiliki anak seperti kamu”. Ketika saya masih duduk dibangku pendidikan Menengah saya belum berpikir sejauh ini bahwa membuat orangtua bangga adalah hal yang sangat menyenangkan bagi saya.
Pada saat itu saya  duduk dibangku pendidikan kelas 12 tepatnya di SMA Negeri 3 Kupang disitulah saya mengerti betapa pentingnya membuat orangtua bangga memiliki anak seperti saya. Awaalnya guru meminta kami untuk segera memasukan nilai tujuannya untuk menyeleksi masuk Perguruan Tinggi di universitas Negeri (SNMPTN) yang di anggap baik agar  kami melanjutkan studi dan orangtua saya sangat mendukung untuk masuk di perguruan tinggi negeri. Saya sama skali tidak tertarik untuk mendaftar di Universitas Negeri karena apa yang saya cita-citakan sejak kecil tidak ada di Universitas tersebut, sejak kecil saya ingin menjadi seorang pendeta, namun karena beberapa hal sehingga orangtua saya tidak mmenyetujui. Orangtua selalu menganggap bahwa masuk Perguruan Tinggi Negeri jauh lebih baik untuk masa depan sehingga saya harus mengikuti apa yang mereka inginkan namun itu semua dengan terpaksa. Jadi saya mendaftar dibeberapa perguruan tinggi,  namun sayangnya persaingan sangat ketat sehingga saya tidak diterima atau dinyatakan tidak lulus dalam seleksi pertama yaitu  SNMPTN. Hal tersebut membuat saya menjadi patah semangat karena tidak diterima, Ketika kami menyelesaikan Ujian Nasional dan menunggu hasilnya saya mendaftar lagi di perguruan tinggi Negeri (SBMPTN) saya memilih beberapa jurusan salah satunya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Ketika kami mendengar hasil Ujian Nasional ternyata semua siswa dinyatakan lulus, itu berarti bahwa saya bisa melanjutkan studi dibangku perkuliahan. Saya mengikuti seleksi SBMPTN yang telah didaftar namun sayangnya hal yang sama terulang saya dinyatakan tidak lulus untuk masuk di Perguruan Tinggi Negeri, orangtua selalu memberikan dukungan, dan mereka selalu mengatakan jangan gampang putus asa dan tetap optimis, karena pasti ada jalan keluarnya dan disitu kamu akan sadar maksud dari kegagalan. Hal tersebut membuat semangat saya menjadi bangkit kembali karena orangtua selalu memberikan yang terbaik, saya berpikir apa yang saya harus balas jika saya tidak mengikuti apa yang mereka inginkan. Semangat mereka, doa mereka dan motivasi yang mereka berikan itu untuk masa depan saya dan kebaikan saya yang tidak bisa dibalas. Dari hal tersebut saya menjadi sadar kalau saya terus berpegang teguh pada pendirian saya namun tidak ada dukungan dari orangtua maka semua akan menjadi sia-sia.
Hal yang pertama saya banggakan orangtua ialah mau mengikuti apa yang mereka mau untuk kabaikan masa depan saya. Saya mendaftar di Universitas Katolik Wydia Mandira dan memilih fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Matematika, dan akhirnya saya diterima di Universitas tersebut. Mungkin bagi orang lain itu adalah hal yang biasa saja, namun bagi saya itu adalah awal saya meembanggakaan kedua orangtua saya.
Dari keberhasilan tersebut, dimana saya memasuki Universitas katolik Wydia Mandira Kupang bukanlah tanda untuk saya berhenti, tapi awal atau anak tangga untuk mengantarkan saya pada pencapaian kesuksesan selanjutnya agar membuat kedua orang tua saaya bangga.
Nama          : Yunike Y. Beis
No. Regis   : 13115009