Minggu, 12 Juni 2016



Essay Sukses Terbesar dalam Hidupku

Berbicara mengenai sukses terbesar dalam hidup, hal yang pertama terlintas dalam pikiran saya adalah membanggakan ke-dua orang tua saya, dengan hal yang positif  yang saya kembangkan dalam kehidupan dan membuat mereka tersenyum sambil berkata “Kami bangga memiliki anak seperti kamu”. Ketika saya masih duduk dibangku pendidikan Menengah saya belum berpikir sejauh ini bahwa membuat orangtua bangga adalah hal yang sangat menyenangkan bagi saya.
Pada saat itu saya  duduk dibangku pendidikan kelas 12 tepatnya di SMA Negeri 3 Kupang disitulah saya mengerti betapa pentingnya membuat orangtua bangga memiliki anak seperti saya. Awaalnya guru meminta kami untuk segera memasukan nilai tujuannya untuk menyeleksi masuk Perguruan Tinggi di universitas Negeri (SNMPTN) yang di anggap baik agar  kami melanjutkan studi dan orangtua saya sangat mendukung untuk masuk di perguruan tinggi negeri. Saya sama skali tidak tertarik untuk mendaftar di Universitas Negeri karena apa yang saya cita-citakan sejak kecil tidak ada di Universitas tersebut, sejak kecil saya ingin menjadi seorang pendeta, namun karena beberapa hal sehingga orangtua saya tidak mmenyetujui. Orangtua selalu menganggap bahwa masuk Perguruan Tinggi Negeri jauh lebih baik untuk masa depan sehingga saya harus mengikuti apa yang mereka inginkan namun itu semua dengan terpaksa. Jadi saya mendaftar dibeberapa perguruan tinggi,  namun sayangnya persaingan sangat ketat sehingga saya tidak diterima atau dinyatakan tidak lulus dalam seleksi pertama yaitu  SNMPTN. Hal tersebut membuat saya menjadi patah semangat karena tidak diterima, Ketika kami menyelesaikan Ujian Nasional dan menunggu hasilnya saya mendaftar lagi di perguruan tinggi Negeri (SBMPTN) saya memilih beberapa jurusan salah satunya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Ketika kami mendengar hasil Ujian Nasional ternyata semua siswa dinyatakan lulus, itu berarti bahwa saya bisa melanjutkan studi dibangku perkuliahan. Saya mengikuti seleksi SBMPTN yang telah didaftar namun sayangnya hal yang sama terulang saya dinyatakan tidak lulus untuk masuk di Perguruan Tinggi Negeri, orangtua selalu memberikan dukungan, dan mereka selalu mengatakan jangan gampang putus asa dan tetap optimis, karena pasti ada jalan keluarnya dan disitu kamu akan sadar maksud dari kegagalan. Hal tersebut membuat semangat saya menjadi bangkit kembali karena orangtua selalu memberikan yang terbaik, saya berpikir apa yang saya harus balas jika saya tidak mengikuti apa yang mereka inginkan. Semangat mereka, doa mereka dan motivasi yang mereka berikan itu untuk masa depan saya dan kebaikan saya yang tidak bisa dibalas. Dari hal tersebut saya menjadi sadar kalau saya terus berpegang teguh pada pendirian saya namun tidak ada dukungan dari orangtua maka semua akan menjadi sia-sia.
Hal yang pertama saya banggakan orangtua ialah mau mengikuti apa yang mereka mau untuk kabaikan masa depan saya. Saya mendaftar di Universitas Katolik Wydia Mandira dan memilih fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Matematika, dan akhirnya saya diterima di Universitas tersebut. Mungkin bagi orang lain itu adalah hal yang biasa saja, namun bagi saya itu adalah awal saya meembanggakaan kedua orangtua saya.
Dari keberhasilan tersebut, dimana saya memasuki Universitas katolik Wydia Mandira Kupang bukanlah tanda untuk saya berhenti, tapi awal atau anak tangga untuk mengantarkan saya pada pencapaian kesuksesan selanjutnya agar membuat kedua orang tua saaya bangga.
Nama          : Yunike Y. Beis
No. Regis   : 13115009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar