Essay
Sukses Terbesar dalam Hidupku
Berbicara
mengenai sukses terbesar dalam hidup, hal yang pertama terlintas dalam pikiran
saya adalah membanggakan ke-dua orang tua saya, dengan hal yang positif yang saya kembangkan dalam kehidupan dan
membuat mereka tersenyum sambil berkata “Kami bangga memiliki anak seperti
kamu”. Ketika saya masih duduk dibangku pendidikan Menengah saya belum berpikir
sejauh ini bahwa membuat orangtua bangga adalah hal yang sangat menyenangkan
bagi saya.
Pada
saat itu saya duduk dibangku pendidikan
kelas 12 tepatnya di SMA Negeri 3 Kupang disitulah saya mengerti betapa
pentingnya membuat orangtua bangga memiliki anak seperti saya. Awaalnya guru
meminta kami untuk segera memasukan nilai tujuannya untuk menyeleksi masuk
Perguruan Tinggi di universitas Negeri (SNMPTN) yang di anggap baik agar kami melanjutkan studi dan orangtua saya
sangat mendukung untuk masuk di perguruan tinggi negeri. Saya sama skali tidak
tertarik untuk mendaftar di Universitas Negeri karena apa yang saya
cita-citakan sejak kecil tidak ada di Universitas tersebut, sejak kecil saya
ingin menjadi seorang pendeta, namun karena beberapa hal sehingga orangtua saya
tidak mmenyetujui. Orangtua selalu menganggap bahwa masuk Perguruan Tinggi
Negeri jauh lebih baik untuk masa depan sehingga saya harus mengikuti apa yang
mereka inginkan namun itu semua dengan terpaksa. Jadi saya mendaftar dibeberapa
perguruan tinggi, namun sayangnya
persaingan sangat ketat sehingga saya tidak diterima atau dinyatakan tidak lulus
dalam seleksi pertama yaitu SNMPTN. Hal
tersebut membuat saya menjadi patah semangat karena tidak diterima, Ketika kami
menyelesaikan Ujian Nasional dan menunggu hasilnya saya mendaftar lagi di
perguruan tinggi Negeri (SBMPTN) saya memilih beberapa jurusan salah satunya
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Ketika
kami mendengar hasil Ujian Nasional ternyata semua siswa dinyatakan lulus, itu
berarti bahwa saya bisa melanjutkan studi dibangku perkuliahan. Saya mengikuti
seleksi SBMPTN yang telah didaftar namun sayangnya hal yang sama terulang saya
dinyatakan tidak lulus untuk masuk di Perguruan Tinggi Negeri, orangtua selalu
memberikan dukungan, dan mereka selalu mengatakan jangan gampang putus asa dan
tetap optimis, karena pasti ada jalan keluarnya dan disitu kamu akan sadar
maksud dari kegagalan. Hal tersebut membuat semangat saya menjadi bangkit kembali
karena orangtua selalu memberikan yang terbaik, saya berpikir apa yang saya
harus balas jika saya tidak mengikuti apa yang mereka inginkan. Semangat
mereka, doa mereka dan motivasi yang mereka berikan itu untuk masa depan saya
dan kebaikan saya yang tidak bisa dibalas. Dari hal tersebut saya menjadi sadar
kalau saya terus berpegang teguh pada pendirian saya namun tidak ada dukungan
dari orangtua maka semua akan menjadi sia-sia.
Hal
yang pertama saya banggakan orangtua ialah mau mengikuti apa yang mereka mau
untuk kabaikan masa depan saya. Saya mendaftar di Universitas Katolik Wydia
Mandira dan memilih fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Matematika, dan
akhirnya saya diterima di Universitas tersebut. Mungkin bagi orang lain itu
adalah hal yang biasa saja, namun bagi saya itu adalah awal saya meembanggakaan
kedua orangtua saya.
Dari
keberhasilan tersebut, dimana saya memasuki Universitas katolik Wydia Mandira
Kupang bukanlah tanda untuk saya berhenti, tapi awal atau anak tangga untuk
mengantarkan saya pada pencapaian kesuksesan selanjutnya agar membuat kedua
orang tua saaya bangga.
Nama : Yunike Y. Beis
No. Regis : 13115009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar